Panggung Dakwah Jadi Saksi Perjuangan Muksin sebagai Tim Pentas Mampu Mengantarkan Putri Sulungnya di Wisuda
![]() |
| Muksin, Tim panggung MDS Ihyaus Syubban, saat foto bersama di Wisuda anaknya, di Nurus Salam Kebun Anum, Sabtu 11 Juli 2026. |
Dia adalah Muksin, petugas Tim panggung MDS Ihyaus Syubban Nusaka yang telah mengabdikan diri sejak 2023. Muksin bersama dua rekannya, Maulana Afandy dan Moh Harib, harus berjibaku mengangkat besi itu, merakit hingga terlihat cantik, lalu membongkarnya kembali setelah acara selesai.
Kegiatan rutin MDS Ihyaus Syubban yang digelar dua kali sebulan menjadi bagian dari pengabdiannya, mereka dipercaya melayani berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari resepsi pernikahan, pengajian, hingga Haflatul Imtihan dan acara lainnya, terkadang, selama sebulan mereka melakukan bongkar-pasang hingga 10 kali.
Meski pekerjaannya berat dan honor yang diterima tidak seberapa, baginya ada nilai yang jauh lebih berharga daripada sekadar upah. Muksin menikmati pekerjaannya, baginya, setiap tetes keringatnya sebagai bentuk khidmat kepada MDS Ihyaus Syubban dan Nusaka.
Di sela-sela aktivitas sebagai petugas tim pentas, Muksin juga bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Semua itu dilakukan agar istri tercinta Hamimah dan putri sulungnya yang bernama Lutviana mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Perjuangan itu kini mulai membuahkan hasil, Lutviana berhasil menyelesaikan pendidikan di Nusaka dan mengikuti prosesi wisuda. Momen itu menjadi kebahagiaan yang sulit diungkapkan bagi seorang ayah yang selama ini lebih sering berada di balik suksesnya acara itu.
Bagi Muksin, melihat anak sulungnya mengenakan toga wisuda adalah hadiah terindah dari pekerjaan berat yang selama ini dijalaninya. Di balik besi-besi panggung yang diangkat itu tersimpan cita-cita besar untuk masa depan anaknya.
Muksin berharap, kelulusan Lutviana menjadi langkah awal menuju pendidikan yang lebih tinggi. Ia ingin putrinya terus belajar, meraih cita-cita, dan menjadi anak saliha dan berbakti kepada keluarganya.
Kisah Muksin mengajarkan bahwa perjuangan seorang ayah tidak selalu terlihat, namun, tujuan mereka sama, yakni menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.
Dan hari ketika Lutviana diwisuda menjadi bukti bahwa setiap keringat yang diniatkan sebagai ibadah dan pengabdian tidak pernah sia-sia.
Di balik panggung yang ia dirikan untuk orang lain, Muksin akhirnya dapat menyaksikan panggung kebanggaan bagi keluarganya sendiri.
Penulis: Iwan GM

Posting Komentar untuk "Panggung Dakwah Jadi Saksi Perjuangan Muksin sebagai Tim Pentas Mampu Mengantarkan Putri Sulungnya di Wisuda"